Berita Bappeda

LKPP Uraikan Terobosan dan Hambatan Pengadaan

Kamis, 16 Agustus 2018 | 02:08

909 Viewers

Jakarta - LKPP terus berupaya melakukan terobosan melalui pengaturan strategi dan regulasi di bidang pengadaan guna mendorong percepatan pembangunan nasional dan penyerapan anggaran. Dalam kaitan dengan tujuan tersebut, berbagai upaya telah diterapkan LKPP agar proses pengadaan dapat dilaksanakan secara efektif, di antaranya pengembangan sistem e-purchasing dan revisi kebijakan. Namun demikian, implementasi di lapangan sering kali terhambat oleh berbagai masalah. Dalam kaitan dengan program percepatan pembangunan nasional dan penyerapan anggaran, Kepala LKPP Agus Prabowo menawarkan dua skema yang terdiri atas rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. Jika menerapkan rencana jangka pendek, kata Agus, LKPP akan berfokus pada perluasan e-purchasing dan intensifikasi Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP). “Yang kedua, kepada kementerian/lembaga/daerah untuk menggunakan semaksimal mungkin e-proc sambil memikirkan e-katalog lokal,” lanjutnya. Sementara untuk jangka panjang, LKPP akan lebih condong pada pelaksanaan revisi Perpres dengan membuat time frame. Hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan dengan Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago, di Bappenas, Jakarta, Senin (13/07). Adapun Agus menekankan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang kuat. Dalam mewujudkan hal tersebut, semua aturan yang terkait dengan pelaksanaan pengadaan sudah seharusnya saling bersinergi. Menurut Agus, kondisi ini tentu saja membutuhkan harmonisasi agar proses pengadaan tidak bermasalah karena terbentur aturan lain. “Jadi Perpres ini walaupun diubah seperti apa pun, kalau ekosistem dan yang lain-lain tidak ikut diubah, tidak ada gunanya,” kata Agus. Pada praktiknya, aturan yang terkait dengan regulasi kontrak tahun tunggal sering kali menghambat penyerapan anggaran. Masalah ini biasanya timbul ketika suatu instansi telat dalam mengumumkan RUP. Jika kontrak tidak dapat diselesaikan sebelum berakhirnya tahun anggaran, anggaran yang tersedia tentu saja tidak dapat terserap secara maksimal. “Anggaran itu ‘kan berlaku tahun tunggal, disahkan bulan Januari dan harus selesai pada bulan Desember. Begitu aturannya,” terang Agus. Sementara itu, di sisi yang lain, Agus juga menilai bahwa pengelola pengadaan sering kali memiliki kekhawatiran dalam menyelenggarakan pengadaan barang/jasa. Hal ini terkait dengan model audit yang berkecenderungan lebih menekankan pada pencarian titik kecurangan yang berpotensi merugikan negara. Dengan adanya kekhawatiran tersebut, eksekusi atas paket-paket pengadaan bisa saja menjadi terlambat. Berkaitan dengan upaya LKPP dalam mendorong peningkatan jumlah produk e-katalog, penyedia—seperti vendor berbasis online shop—masih enggan untuk bergabung karena mekanisne pembayaran remburs. Padahal, vendor online shop biasa menerapkan prinsip cash and carry dalam menjalankan usaha ini. Dengan adanya syarat penetapan harga yang wajar dan sisitem pembayaran yang seperti ini, para penyedia pada akhirnya tidak banyak yang tertarik. “Ya, (penyedia) disuruh jual murah, diutangi pula. Ini yang sulit,” pungkasnya. (eng) Dikutib dari lkpp.go.id

Berita Terbaru

News Image
18
Jun 2026
30 Viewers Admin

Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Prov. Sumbar 2026-2028

Bidang:
Infraswil
Baca Selengkapnya
News Image
18
Jun 2026
34 Viewers Admin

Peta Jalan Sumbar Hijau 2025-2029

Bidang:
Ekonomi SDA
Baca Selengkapnya
News Image
18
Jun 2026
31 Viewers Admin

Laporan Pelaksanaan APBD Triwulan IV Tahun 2025

Bidang:
Sekretariat
Baca Selengkapnya
News Image
18
Jun 2026
32 Viewers Admin

Laporan Layanan Informasi Publik Tahun 2025

Bidang:
Sekretariat
Baca Selengkapnya
Pegawai Terbaik
Nama RIKA AMIR, SE.
NIP 197405052003122005
Jabatan Perencana
Nama FIRDAUS ARIFIN, S.Si.
NIP 197011192006041002
Jabatan Perencana
Nama ANDRE OLA VETRIC, SE, MM.
NIP 198210302008021001
Jabatan KEPALA BIDANG EKONOMI DAN SDA
Nama TEDDI RAFDIANTO, S.Kom, M.Kom.
NIP 197906032010011006
Jabatan Perencana
Nama ANDRE OLA VETRIC, SE, MM.
NIP 198210302008021001
Jabatan KEPALA BIDANG EKONOMI DAN SDA
Nama MUHAMMAD SYARIF HIDAYAT, S.IP, M.Si.
NIP 199407122016091002
Jabatan Perencana
Nama YUDHA PRIMA, SSTP, M.Si.
NIP 198201212000121001
Jabatan KEPALA BIDANG PERENCANAAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PEMBANGUNAN DAERAH
Nama Ir. BENNY SAKTI, M.M.
NIP 196709271994031008
Jabatan KEPALA BIDANG EKONOMI DAN SUMBERDAYA ALAM
Nama HAMDI IRZA, ST.M.T.
NIP 198810072011011001
Jabatan Perencana
Nama FERI RINALDI. Z, ST M.E.
NIP 198210012009021006
Jabatan Perencana
Nama WINNY SAYORY, ST, MMP.
NIP 197310031998032005
Jabatan SEKRETARIS
Nama BUDI ARMAN, ST.
NIP 197809102011011001
Jabatan Perencana
Nama ABDURRAHMAN AZZAM, S.Tr.I.P.
NIP 200110232024091002
Jabatan
Nama HENDRICK KASMADIHARJA, S.TP, M.Si.
NIP 198507122010011019
Jabatan Perencana
Nama RAHMI LAILA, S.SI.,M.SI.
NIP 198101192006042003
Jabatan KEPALA BIDANG PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN MANUSIA
Nama Widya Prima Hatta, ST., MT
NIP 1973049199412001
Jabatan Kepala BIdang Infraswil
Nama ANDRE OLA VETRIC, SE, MM.
NIP 198210302008021001
Jabatan KEPALA BIDANG EKONOMI DAN SDA
Akses