Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus 3 IAIN Imam Bonjol oleh Menteri Agama

Darmalis 2017-07-31 18:59:47 kegiatan 51

Padang,   April 2017  , 2 tahun seletah peletakan batu pertama pembangunan Kampus 3 IAIN Imam Bonjol oleh Menteri Agama Bapak Lukman Hakim Syaifuddin di Sungai Bangek, Padang tanggal 31 Maret 2015 menimbulkan dampak positif terhadap perekonomian warga di sekitar lokasi kampus. Secara otomatis nilai lahan meningkat seiring dengan adanya fasilitas pendidikan tinggi yang dibangun. Namun di sisi lain proses pembangunan ini memiliki kendala dengan belum adanya akses jalan yang memadai bagi pengguna jalan terutama para mahasiswa yang mulai mengikuti kegiatan perkuliahan pada tahun ajaran 2016-2017. Seperti dilansir oleh Suara Kampus, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam melakukan audiensi terhadap pihak kampus yang menjanjikan akan ada pembaharuan jalan menuju Kampus III, namun belum terlihat pelaksanaannya. Pihak kampus sendiri telah menyampaikan permasalahan ini kepada Pemerintah Kota Padang, namun karena keterbatasan anggaran pembangunan jalan ini belum bisa dilaksanakan.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut Rektor IAIN Imam Bonjol melalui Walikota Padang meminta untuk membahas problematika pembangunan jalan akses menuju Kampus III IAIN Imam Bonjol bersama dengan Bappeda Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Barat untuk dapat difasilitasi pembangunannya oleh Pemerintah Provinsi. Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Hansastri, SE, Ak, MM, CfrA, tanggal 20 April 2017 bertempat di Ruang Rapat Kepala, ia mengungkapkan bahwa pada prinsipnya Gubernur Sumatera Barat mendukung terlaksananya pembangunan jalan ini sesuai dengan ketentuan aturan hukum yang berlaku. Provinsi akan terus melakukan supervisi terhadap keberlangsungan pembangunan jalan akses menuju Kampus UIN Imam Bonjol ini. “Berhubung jalan ini merupakan jalan kewenangan kota maka Provinsi tidak bisa menganggarkan dana untuk pembangunan jalan”, ungkap Kepala Bappeda.

 

Sejatinya pembangunan jalan ini telah dimulai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Barat (red-Dinas Prasjaltarkim). Kepala Dinas PUPR Provinsi, Ir. Fathol Bahri, mengungkapkan bahwa pada tahun 2012 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah melakukan pengaspalan jalan sepanjang 200 m dan pengerasan jalan sepanjang 1,9 km pada tahun 2015. “Berhubung dengan adanya revisi SK Jalan Provinsi pada akhir tahun 2015 dimana jalan ini bukan lagi merupakan jalan strategis provinsi maka tidak bisa lagi anggaran provinsi diarahkan ke pembangunan jalan ini”, ujarnya. Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah, yang hadir bersama dengan Kepala Bappeda Kota Padang dan Kepala Dinas terkait menyampaikan bahwa alternatif pembiayaan lain untuk pembangunan jalan ini yaitu melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Adapun kelengkapan data pendukung untuk pembangunan jalan ini yaitu RDTR sudah dalam tahap penyelesaian sehingga tidak akan ada permasalahan dengan tata ruang kota. “Lebar jalan rencana yaitu 30 m dengan lahan yang sudah bebas 15 m. Dari total luas lahan 200 ha baru bebas 65 ha saja”, papar Mahyeldi.

 

Dalam kesimpulan rapat, pembangunan jalan ini akan diusulkan pendanaannya oleh Pemerintah Kota Padang melalui DAK Fisik Tahun 2018 yang prosesnya sedang berlangsung pada bulan ini. Pihak kampus melalui Rektor IAIN Imam Bonjol, Dr. H. Eka Putra Wirman, M.A, mengharapkan bantuan terhadap pembangunan jalan ini mengingat pola perkembangan kota yang lebih mengarah ke kawasan timur kota perlu diantisipasi dengan mempersiapkan infrastruktur yang layak bagi masyarakat. @ Penulis : Hamdi Irza, ST.M.Si, Editor : Rismunandar, SE