Kunjungan Lapangan Dewan Riset Daerah Dalam Rangka Supervisi Kelembagaan Koperasi Ke Kabupaten Lima Puluh Kota

Darmalis 2016-10-27 12:27:32 kegiatan 299

Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Sumatera Barat merupakan lembaga non struktural yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah mempunyai fungsi dan peran memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah berupa pemikiran guna perumusan kebijakan di bidang Ilmu Pengetahuan dan teknologi yang salah satunya dilaksanakan dalam bentuk diskusi aktual. 

Salah satu upaya dalam menghimpun bahan masukan untuk pelaksanaan diskusi aktual, dewan riset daerah Provinsi Sumatera Barat yang di fasilitasi oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Lima Puluh Kota pada tanggal 5 dan 6 oktober 2016 dengan tema supervisi Kelembagaan Koperasi.

Kegiatan kunjungan lapangan tersebut diikuti oleh Dewan Riset Daerah Provinsi Sumatera Barat yaitu Bapak Prof.Dr. Ir. Fachri Ahmad, MSc (Ketua DRD);  Prof. Dr. Nurzaman Bachtiar (Ketua Komisi Ekonomi dan Ketahanan Pangan); Prof. DR. Firwan Tan, M. Ec, DEA, Ing (Anggota Komisi Ekonomi dan Ketahanan Pangan); sedangkan dari Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Sumatera Barat Dra. Siti Latifah FRS, Msi, (Kabid Litbang); Heri Hadi, SE, MM (Kasubid Penerapan Teknologi); Drs. Rismunandar (Kasubag Program); Ir. Elida Suryani (staf bidang litbang).

Dari kunjungan lapangan ini diperoleh informasi bahwa salah satu koperasi yang berhasil didalam pengelolaannya adalah Koperasi Unit Nagari Tujuah Koto Talago II Tanjuang Jati Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota yang merupakan Koperasi Unit Usaha Nagari dan Koperasi Simpan Pinjam dengan anggota sebanyak 1.518 orang yang terdiri dari 1.110 orang anggota aktif dan 408 orang tidak aktif.

Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan koperasi disebabkan oleh terjadinya kemacetan dalam pelaksanaan kegiatan simpan pinjam dari anggota dimana hal ini dipicu oleh adanya kebijakan pemerintah memberikan bantuan pinjaman melalui program PNPM serta adanya pinjaman dana segar dari perseorangan tanpa agunan/angsuran perhari serta sistem pembayaran pinjam 10 bayar 12.

Selain itu terdapat satu unit koperasi yang kurang berhasil dalam pengelolaannya yaitu koperasi Unit Desa Mungka yang bergerak di bidang peternakan, kegagalan pengelolaan koperasi ini dikarenakan berkurangnya usaha peternakan imbas dari mahalnya bibit dan konsentrat yang di datangkan dari Medan.@ Penulis:Hendra Zaimar, S.Sos, Editor : Akky Perdana, ST