Dewan Riset Daerah Provinsi Sumatera Barat Adakan Pertemuan Dengan Bupati Pasaman

Darmalis 2016-10-31 15:47:03 kegiatan 351

Dalam rangka menindaklanjuti kegiatan Diseminasi Hasil Inovasi alat pengering hybrit untuk pengering kakao yang telah dilaksanakan di Hulu Sontang Nagari Sontang Cubadak Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman pada Tanggal 22 September 2016 yang lalu, Dewan Riset Daerah Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan Mengadakan pertemuan dengan Bupati Pasaman untuk memperkenalkan alat pengering hibrit kakao hasil karya inovasi DR. M Yahya, pemenang Lomba Karya Inovasi IPTEK Sumatera Barat Tahun 2016.

Kegiatan audiensi yang di fasilitasi oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Provinsi Sumatera Barat ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kabupaten Pasaman, kegiatan ini diikuti oleh Prof. DR. Firwan Tan (Anggota DRD komisi ekonomi dan ketahanan pangan), Dr. M. Yahya (Inovator), Heri Hadi, SE, MM (kasubid Penerapan Teknologi Bappeda Provinsi Sumatera Barat), Ir. Elida Suryani dan Rima Putri Martias S.STP (Staf Litbang Bappeda Provinsi), Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Balai Riset dan Standardisasi Industri Padang, sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Pasaman selain di hadiri oleh Buptai Pasaman, juga di hadiri oleh, beberapa kepala SKPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Pasaman, beberapa kelompok petani, camat, walinagari sontang cubadak, serta beberapa peserta lainnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kab. Pasaman, menyampaikan antusiasme masyarakat Nagari Sontang Cubadak setelah diperkenalkannya alat pengering kakao tersebut, karena selama ini untuk pengeringan kakao dilakukakan dengan cara tradisional (dijemur dengan mengandalkan panas matahari) yang sudah pasti tidak efektif dan efisien, sehingga dengan adanya alat tersebut diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani.

Dalam sambutannya Bupati Pasaman menyampaikan permasalahan yang di hadapi oleh petani kakao di Pasaman saat ini adalah tingginya serangan hama penyakit yang mengakibatkan rendahnya produktifitas dan kualitas hasil panen kakao, proses pengeringan yang masih memanfaatkan sinar matahari, dan produk yang dijual masih dalam bentuk bahan mentah dan bukan bahan jadi atau setengah jadi yang mengakibatkan nilai jual rendah serta harga yang ditentukan oleh pedagang.

Kabupaten Pasaman merupakan salah satu sentra kakao di Sumatera Barat dengan luas 17.431 Ha dengan produksi untuk tahun 2015 sebanyak 19.412 Ton yang tersebar di hampir seluruh kecamatan dengan tanaman terluas berada di Kecamatan Simpati (2.346 Ha).

Saat ini di Kabupaten Pasaman, telah dibentuk Nagari Model Kakao di dua lokasi yakni di Nagari Sundatar Kecamatan Lubuk Sikaping yang dibentuk Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dan di Nagari Sontang Cubadak Kecamatan Padang Gelugur oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjawab permasalahan yang di hadapi oleh Petani kakao di Kabupaten Pasaman terutama untuk proses pengeringan kakao tidak lagi memanfaatkan sinar matahari langsung, akan tetapi dengan diperkenalkannya alat ini dapat membantu dan meningkatkan kualitas biji kakao hasil pengeringan melalui mesin pengering hibrit, sehingga biji yang dihasilkan berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menginstruksikan kepada OPD terkait agar segera membentuk tim unit kerja bersama PT. Equator Pasaman, agar menyusun pengurus PT. Equator Pasaman untuk segera membeli alat pengering kakao yang diperkenalkan.@ Penulis Hendra Zaimar, S.Sos, Editor Akky Perdana, ST