Kaji ulang penyusunan Rencana Aksi Daerah penurunan emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK)

2015-11-30 19:29:35 berita 452

Acara dibuka oleh Ibu Wahyuningsih Darajati Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional /Bappenas pada tanggal 2 November 2015 bertempat di Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan pendampingan percepatan penyusunan PEP RAD-GRK tahun 2014-2015 dan BAU Baseline RAD-GRK yang diadakan oleh kementerian PPN/Bappenas mengundang semua pokja RAD-GRK Provinsi Seluruh Indonesia.

Peraturan Gubernur tentang RAD-GRK ini sudah ada pada tahun 2012 dengan nomor pergub 80, disertai dengan dokumen RAD-GRK Sumatera Barat sebagai lampiran dari pergub. Dalam pergub dijelaskan bahwa sumber emisi utama di Sumatera Barat terdiri atas tiga sector, yaitu Sektor Landbase, Sektor Energi dan Transportasi serta Sektor Pengelolaan Limbah. Sektor Landbase terbagi lagi atas Kehutanan, Lahan Gambut dan Pertanian. Sektor Landbase saat ini menjadi penyumbang emisi terbesar dari ketiga sector tersebut. Sektor Landbase  menyumbang emisi gas rumah kaca sebesar 29.967.603,68 TCO2eq, atau 86,08% dari total emisi gas rumah kaca dari semua sector. Sektor energy dan transportasi merupakan sector kedua penyumbang emisi terbesar, yaitu sebesar 4.365.100,00 TCO2eq (12,54%) dan terakhir sector pengelolaan limbah, sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca terendah  sebesar 481.151,00 TCO2eq atau 1,38 % dari keseluruhan emisi gas rumah kaca di Sumatera Barat.

Kegiatan pendampingan percepatan penyusunan PEP RAD-GRK tahun 2014-2015 dan BAU Baseline RAD-GRK berlangsung selama 4 (empat) hari, dari tanggal 2 – 5 November 2015. Kegiatan ini setiap hari dimulai dari jam 08.30 WITA – 22.00 WITA, kecuali hari Kamis tanggal 5 november sampai jam 12.00 WITA. Pelaksanaan perhitungan BAU Baseline, Mitigasi dan PEP emisi gas rumah kaca dilakukan secara terpisah berdasarkan sektor masing-masing.

Untuk perhitungan BAU Baseline semua sektor, bisa diselesaikan selama kegiatan berlangsung di Lombok. Sektor Landbase dan Sektor pertanian yang tidak hadir dalam kegiatan ini, di wakili oleh Bappeda. Selama di Lombok, perhitungan BAU Baseline untuk sektor Landbase dilakukan oleh pokja dari Bappeda, perhitungan Sektor Transportasi dilakukan juga oleh pokja dari Bappeda dan perhitungan Sektor Pengelolaan Limbah dilakukan bersama pokja dari Prasjal Tarkim dengan Bapedalda. Sedangkan sektor energi dalam hal ini tidak ada yang mewakili karena keterbatasan personil yang hadir di Lombok.

Untuk penyusunan laporan PEP RAD-GRK tahun 2014 dan 2015 tidak bisa dilakukan, karena untuk perhitungan ini harus pokja dari dinas terkait yang langsung turun tangan. Begitu juga dengan mitigasi setiap sektor, tidak bisa dilakukan tanpa keterlibatan pokja dari dinas terkait. Secara umum, hasil kegiatan pendampingan penyusunan PEP RAD-GRK dan BAU Baseline RAD-GRK provinsi Sumatera Barat yang bisa diselesaikan hanya perhitungan BAU Baseline saja. Disepakati dengan Bappenas, setiap provinsi yang belum menyelesaikan perhitungan, termasuk Sumatera Barat, akan menyelesaikan penysusunan PEP dan Mitigasi di provinsi masing-masing sepulang dari Lombok. Khusus untuk PEP RAD-GRK tahun 2014 harus sudah selesai sebelum akhir tahun 2015 dan untuk mitigasi emisi yang merupakan bagian dari revisi RAD-GRK, sudah selesai pada bulan Januari tahun 2016.