Pameran Tunggal Produk Sumatera Barat Di Maroko

Administrator 2015-05-13 15:14:19 kegiatan 601

Penyelenggaraan Promosi Perdagangan, Penampilan Kesenian,  Pemeran Produk Makanan dan Kerajinan, Pariwisata Sumatera Barat, Business Meeting di  Maroko serta Penandatanganan Pernyataan Kehendak (LoI) Kerjasama Provinsi Sumbar dan Dewan Daerah Fes Boulmane.

Delegasi Provinsi Sumatera Barat yang mengikuti kegiatan Pameran Tunggal Produk Sumatera Barat di Maroko terdiri dari SKPD Provinsi (Bappeda, Dinas Koperasi & UMKM, Dinas Kelautan dan Perikanan, UPTD Promosi dan Pemasaran Dinas Perindag, Dinas Perkebunan, dan Biro Pemerintahan) dengan pimpinan rombongan Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, untuk melakukan Penyelenggaraan Promosi Perdagangan, Penampilan Kesenian,  Pemeran Produk Makanan dan Kerajinan, Pariwisata Sumatera Barat, Business Meeting di Maroko serta Penandatanganan Pernyataan Kehendak (LoI) Kerjasama Provinsi Sumbar dan Dewan Daerah Fes Boulmane.

Tujuan dari mengikuti Pameran Tunggal Produk Sumatera Barat adalah Dalam rangka meningkatkan kerjasama ekonomi perdagangan, pendidikan, pariwisata dan budaya antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Maroko, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko memfasilitasi pelaksanaan Pameran Tunggal Produk Sumatera Barat dan pelaksanaan one on one meeting  antara pengusaha Sumatera Barat dan Maroko di Rabat  pada tanggal 21 – 28 Mei 2014.

 Bbeberapa kegiatany ang dilaksanakan selama di Maroko meliputi:

  • Pameran Produk Makanan dan Kerajinan
  • Business Meeting
  • Penandatangan LoI
  • Pariwisata (Penampilan Kesenian)
  1. Promosi Pameran Produk Makanan dan Kerajinan, meliputi beberapa kegiatan yang saling terkait yaitu:
  • Pameran Tunggal Produk Sumatera Barat dari Tanggal 24-25 Mei 2014, di Mega Mall –Rabat.
  • Peserta Pameran berasal dari Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, UKM Binaan PT. Semen Padang, UKM Binaan Bank Nagari dan UKM Kab/Kota di Sumatera Barat (Kab. Sijunjung, Kab. Padang Pariaman, dan Kab. Tanah Datar), dengan pengunjung + 5.000 orang selama 2 (dua) hari pelaksanaan pameran.
  • Pameran dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, dan dihadiri oleh 8 (delapan) Duta Besar dari beberapa Negara diantaranya Pakistan, Brunei Darussalam, Thailand, Spanyol, Gubernur/ Wali Rabat, Wali Casablanca, Pengusaha Maroko dan masyarakat Maroko dan Indonesia yang berdomisili di Maroko.
  • Produk yang diminati selama pameran adalah makanan ringan, mukena, baju muslim, bordiran, rempah-rempah (Kopi, kakao, casiavera, kopi kawa daun).
  • Pameran Tunggal Produk Sumbar yang dirangkaikan dengan gelar budaya sangat menarik pengunjung, untuk menyaksikan pameran berbagai produk Indonesia dan mencicipi serta membeli produk Sumbar. Produk busana muslim seperti kerudung, mukena dan baju muslim serta kerajinan tangan maupun makanan jadi diserbu pembeli, sementara produk tenun dan songket yang indah dan berkualitas tinggi, belum menjadi kebutuhan Maroko, karena perbedaan pakaian tradisional dan harganya.
  1. Penandatanganan LoI (Letter of Intens)
  • Penandatanganan Pernyataan Kehendak (LoI) Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Dewan Daerah Fes Boulemane, pada tanggal 26 Mei 2014 di Kantor Wilayah Fes Boulemane sebagaimana terlampir.
  • Penandatangan LoI, dari Provinsi Fes Maroko dihadiri oleh Gubernur/Wali FES, Presiden Dewan Daerah FES, Dewan FES (DPRD), sejumlah pejabat wilayah, Kepala SKPD, Dewan Daerah (Majelis Baladi) Fes Boulmane, Pengusaha, media massa dan para akademis.  Sedangkan dari Provinsi Sumatera Barat dihadiri oleh DPRD, Kementerian Luar Negeri, Ibu Gubernur Sumatera Barat, Biro Pemerintahan dan Bappeda.
  • Salah satu butir penting dalam Pernyataan Kehendak (LoI) adalah kedua belah pihak sepakat akan menindaklanjutinya ke dalam suatu penandatanganan MoU tentang kerjasama Provinsi Bersaudara (Sister Province) yang meliputi kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan dan sebagainya. Untuk itu diharapkan kita dapat menyusun draft awal Mou dimaksud guna dibahas bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri, untuk disampaikan ke pihak Maroko secepatnya.
  1. Business Meeting
  • Business Meeting dan One on-One Meeting dilaksanakan pada tanggal 26  Mei 2014 yang dalam penyelenggaraannya KBRI Rabat bekerjasama dengan Islamic Center for Development of Trade (ICDT) di Casablanca.
  • Business Meeting dan One on-One Meeting, dari Negara Maroko dihadiri oleh Dirjen ICDT, perwakilan dari Moroccan Investment Development/AMDI, Moroccan Chambers of Commerce, Industry and Services/CCIS; Morocco Profesional Association, dan Expo center of Casablanca/OFFC dan pengusaha berbagai sektor antara lain dari fashion, kerajinan tangan, pariwisata, marmer, kosmetik dan minyak alami/atsiri, tuna, cokelat dan rempah-rempah lainnya.  Sedangkan dari Provinsi Sumatera Barat dihadiri oleh DPRD, Bappeda, Pemerintah Kab/Kota, SKPD terkait Provinsi Sumatera Barat (Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindag, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM).
  • Tujuan diselenggarakannya Business Meeting dan One-on-One Meeting adalah untuk mempertemukan “stakeholders” pengusaha Sumatera Barat/Indonesia dan Maroko, menjajaki peluang dan menjalin kemitraan dalam upaya meningkatkan kerjasama perdagangan.
  • Penyelenggaraan Business Meeting, dimulai dengan sambutan Direktur Jenderal ICDT, H.E. Mr. El Hassane HZAINE, yang menyampaikan peran ICDT untuk mendorong perdagangan antar negara Islam; fasilitasi perdagangan antara pengusaha negara Islam; mengembangkan jaringan pengusaha/perdagangan, menyelenggarakan tur pengusaha; forum perdagangan, negosiasi perdagangan, informasi perdagangan melalui berbagai media. Dirjen ICDT menyatakan bahwa perdagangan Indonesia dengan Maroko dan negara-negara Afrika tercatat masih belum signifikan dan perlu ditingkatkan, apalagi melihat perkembangan Indonesia yang merupakan negara 16 besar ekonomi, dengan kapaitas SDM dan kekayaan sumber daya yang besar. 
  • Duta Besar RI dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kerjasama ICDT dalam penyelenggaraan Business Meeting and One-on-one Meeting yang penting ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Gubernur Sumbar yang mendukung pengembangan masuknya produk Indonesia ke Maroko dan penetrasi pasar non tradisional Afrika. Lebih lanjut Dubes RI menyampaikan gambaran Indonesia terkini, sebagai negara mayoritas muslim terbesar dunia menjadi demokrasi ketiga terbesar; pelaku ekonomi terbesar Asia, pengambil kebijakan dunia dan masuk G20, serta pertumbuhan ekonomi rata-rata 6% ditengah pelambatan laju pertubuhan dunia.
  • Business Meeting ditujukan menjawab kondisi dan tantangan masih rendahya perdagangan Indonesia-Maroko, dan Indonesia dengan negara Islam, dengan meningkatkan kerjasama pedagangan kedua negara, meningkatkan ekspor dan volume perdagangan, mengembangkan jaringan pengusaha dan mencari peluang baru dalam bidang investasi pariwisata/perdagangan. Kesempatan yang sangat baik, juga dipergunakan Dubes RI untuk mengundang  pengusaha Maroko untuk hadir pada Trade Expo Indonesia ke 29 di Jakarta tanggal 8-12 Oktober 2014.
  • Kepala Bappeda Sumbar, memaparkan data ekonomi dan potensi ekonomi Sumbar serta produk-produk ekspor yang meliputi karet, kopi, coklat, kayu manis, merica, santan/kelapa kering, cengkeh, marmer, granit, minyak atsiri, busana muslim, songket/tenun, produk makanan jadi. Presentasi selanjutnya oleh Kepala Dinas Pariiwisata, mempresentasikan keindahan dan keragaman destinasi wisata dan fauna/flora serta festival tahunan yang diselenggarakan baik lokal maupun internasional “Tour De Singkarak” yang diikuti oleh 17 negara termasuk satu orang dari Maroko.  Informasi jaringan infrastruktur jalan, pelabuhan, dan airport serta penerbangan langsung dari Kuala Lumpur setiap hari, divisualisasikan dengan pemutaran film pendek penyelenggaraan Tour De Singkarak 2013.
  • Pada kesempatan kunjungan ke Casablanca tersebut, delegasi juga diagendakan melakukan kunjungan ke CGEM (Confédération Générale des Entreprises du Maroco), sebuah asosiasi pengusaha yang membawahi sekitar 32.000 pengusaha bidang konstruksi di seluruh Maroko. Dalam pertemuan selama 1 jam, delegasi melakukan tukar pikiran tentang kebijakan pemerintah dalam melindungi kepentingan dan hak kewajiban pengusaha khususnya dalam pelaksanaan proyek-proyek pemerintah. Penanggungjawab hubungan luar negeri CGEM, Mme. Sophia El-Iddrissi dalam paparannya mengenai fungsi CGEM menjelaskan mengenai fungsi organisasinya dalam menjembatani kerjasama antara pengusaha dan pemerintah, serta dalam penanganan proyek-proyek konstruksi baik di dalam maupun di luar negeri yang melibatkan pengusaha asing dan pengusaha setempat.
  • Dari hasil Business Meeting, pengusaha Maroko menyatakan minat terhadap produk minyak atsiri, casiavera, kopi, kakao, pala, ikan tuna dan  marmer.
  1. Penampilan Kesenian dan Kebudayaan
  • Penampilan Kebudayaan Sumatera Barat di Rabat pada tanggal 24 dan 25 Mei 2014 di Mega Mall, Rabat dan di Pusat Kebudayaan Meknes pada tanggal 26 Mei 2014
  • Penampilan Tim kesenian Provinsi Sumatera Barat menampilkan beberapa tarian Minangkabau( tari pasambahan, tari piring, tari payung, tari selendang, tari minang modren), operet cerita rakyat “Malin Kundang”, fashion show, dan nyanyian minang.
  • Promosi Pariwisata melalui Gelar Budaya sumbar mendapatkan sambutan hangat dengan menghadirkan lebih dari 1000 pengunjung setiap pementasan. Pesona tarian dan musik Sumbar yang  dinamis dan menarik serta operet cerita rakyat “Malin Kundang” yang dibawakan dengan memukau oleh Sanggar Sangrina Bunda, pimpinan Ibu Elly Kasim, membuat penonton terpaku ditempatnya hingga akhir pementasan. Sumatera Barat juga menampilkan “fashion show” busana muslim hasil produksi desainer Ade Listiani, mempesona penonton dengan keanggunan dan degradasi warna serta modelnya nan indah, apalagi dibawakan langsung oleh remaja/kalangan muda Maroko.

Tindaklanjut dari pelaksanaan Pameran Tunggal Produk Sumatera Barat

  1. LoI akan ditindaklanjuti dengan penandatangan MoU yang direncanakan di Provinsi Sumatera Barat (Draf MoU tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan DPRD Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri) pada bulan Oktober 2014 di Padang.
  2. LoI dibidang Pendidikan antara IAIN Imam Bonjol Sumatera Barat dengan Perguruan Tinggi Maroko dilaksanakan di Maroko pada bulan Juni 2014 di Maroko.
  3. Perguruan tinggi di Maroko menyediakan beasiswa bagi 50 calon mahasiswa dari Sumatera Barat yang berminat untuk melaksankan pendidikan di Maroko (program S1 sampai S3) seperti (Universitas Muhammed Bin Sidi Abdellah dan Universitas Al Qarawiyyin.
  4. Sebagai tindak lanjut dari Penyelenggaraan Promosi Perdagangan dan Pariwisata Sumatera Barat dan Business Meeting tersebut di atas, Kementrian Luar Negeri merencanakan akan mengundang  pengusaha Maroko untuk hadir pada Trade Expo Indonesia ke 29 di Jakarta tanggal 8-12 Oktober 2014 yang akan datang, dan akan dilanjutkan dengan kunjungan pengusaha Maroko ke Pemprov Sumatera Barat  dan mengusulkan penyelenggaraan Focus Group Discussion di Sumatera Barat dengan mengundang sejumlah stakeholder baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta yang agendanya akan dibahas bersama.
  5. Pada saat kunjungan pengusaha Maroko tersebut, akan dilaksanakan kunjungan ke lokasi sentra komoditi yang diminati (marmer ke Kab. Sijunjung, Minyak atsiri ke Kota Padang, Kakao ke Kab. Padang Pariaman dan Kab. Lima Puluh Kota,  Casiavera dan kopi ke kab. Tanah Datar, ikan tuna ke Kota Padang) yang direncanakan pada bulan Oktober 2014 di Provinsi Sumatera Barat.