Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera 2020

327 kali dilihat
Post Title

Dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, MSc, dengan didampingi oleh Deputi Bank Indonesia dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Bank Indonesia tahun 2020 kembali diselenggarakan pada tanggal 14 September 2020. Adapun yang menjadi tuan rumah pada acara ini yaitu Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat. Dilaksanakan secara online, acara ini diikuti oleh peserta yang berasal dari seluruh Perwakilan Bank Indonesia bagian Sumatera dan juga Gubernur Sumatera Utara. Bappeda Provinsi Sumatera Barat juga menjadi peserta FESyar 2020 yang dihadiri oleh Kepala Bidang Eko-PW, Ibu Winny Sayori dan juga Kasubid Ekonomi, Ibu Gusti Rufita.

Mengangkat tema tentang “Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Ekonomi Regional Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Ekonomi Regional”, Gubernur Sumatera Barat mengapresiasi kegiatan ini seperti yang diungkapkan pada sambutannya, bahwa ekonomi syariah ini sesuai dengan prinsip hidup orang Minang, yaitu “Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah” atau lebih dikenal dengan ABS-SBK.

Selain itu Gubernur Sumatera Barat juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah menerbitkan beberapa regulasi yang mendukung ekonomi syariah, seperti kuliner dan wisata halal. Ditambah dengan perubahan sistem perbankan daerah menjadi syariah, semula Bank Nagari konvesional dirubah menjadi Bank Nagari Syariah, dimana saat ini masih dalam proses perubahan dan diperkirakan pada tahun 2021 sudah resmi menggunakan konsep syariah. Irwan Prayitno juga berharap Festival Ekonomi Syariah ini tidak hanya menjadi simbol, tapi juga menjadi solusi bagi perbaikan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat Wahyu Purnama, memaparkan bahwa FESyar bagian Sumatera Tahun 2020 akan dilangsungkan dari tanggal 14-20 September 2020. FESyar kali ini terdiri dari 4 kegiatan utama yakni, pembukaan yang telah dilaksanakan tgl 14 Septembr 2020, syariah ekonomi forum, syariah fair dan tablig akbar.

FESyar kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti, pemilihan pondok pesantren dan lembaga siswa terbaik di Sumatera, pemilihan wirausaha muda berbasis syariah, lomba kreasi busana muslim dengan menggunakan kain daerah, lomba video tari daerah bernuansa islami, lomba acapela nasyid, lomba kreasi hijab.

Webinar yang edukatif ini melibatkan kepala departemen dan kepala perwakilan BI se-Sumatera sebagai pembicara utama serta narasumber dan moderator dari tokoh-tokoh nasional, akademisi dan pelaku usaha yang ahli di bidangnya. Kemudian Shari’a Economic Fair merupakan showcase program ekonomi dan keuangan syariah yang bertujuan sebagai sarana sosialisasi, edukasi, diseminasi, serta menumbuhkan wirausaha syariah. Kegiatan terdiri dari virtual expo dengan menampilkan UMKM unggulan di bidang fesyen, makanan, pertanian terpadu hingga energi terbarukan

Dengan diselenggarakannya FESyar Regional Sumatera 2020 yang berlangsung secara virtual selama tujuh hari ini, diharapkan dapat mendiskusikan potensi, perkembangan dan tantangan serta menentukan model business linkage yang dapat diterapkan dalam mendorong regional Sumatera sebagai Islamic Economic Hub, termasuk mempertemukan pemasok dan produsen, produsen dan distributor, produsen dan konsumen, maupun investor pada industri halal nasional.

Selain itu FESyar Regional Sumatera 2020 merupakan wujud implementasi sinergi dan koordinasi BI dengan otoritas lain seperti Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), MUI, BPOM Republik Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Badan Wakaf Indonesia, serta asosiasi seperti Asbisindo, IAEI dan MES dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, ujarnya. Pengembangan ekonomi syariah di Bank Indonesia, kata dia, difokuskan melalui tiga pilar yaitu pilar penguatan ekonomi syariah, penguatan sektor keuangan syariah untuk pembiayaan dan penguatan riset, serta assesment dan edukasi. 

Penulis : Budi Arman, ST

Editor : Hamdi Irza, ST. MT