Sekilas Info

Padang,   Juni 2017 

Bertempat di Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat, Jl. Kartini No. 19, Padang telah dilaksanakan Rapat Pembahasan Laporan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Detail Engineering Design (DED) Peningkatan Jalan Kereta Api antara Padang – Pariaman. Sedianya jalur kereta api Padang – Pariaman sepanjang ± 53 km’sp direncanakan akan dilewati oleh kereta bandara (railbus) dengan kriteria teknis tertentu seperti kecepatan dan waktu tempuh tertentu. Untuk itu Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Wilayah Sumatera Bagian Barat melalui konsultan perencana PT. Laksana Disain Daya Cipta menyusun DED sebagai panduan teknis dalam proses peningkatan Jalan Kereta Api antara Padang – Pariaman.

Dipimpin oleh Kepala BTP Wilayah Sumatera Bagian Barat, Ir, Bernadette E. S. Mayashanti, MSP, rapat ini turut dihadiri oleh pemangku kepentingan terkait seperti Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perhubungan dari Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman; P2JN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan perwakilan dari PT. KAI Divre Sumbar. Lingkup kegiatan penyusunan DED sendiri yaitu mulai dari rancangan alinyemen horizontal dan vertikal, bangunan pendukung seperti sistem drainase, perlintasan dengan jalan orang/sepeda motor/mobil, jalan akses, penahan balas, sterilisasi, dan sebagainya. Pihak konsultan perencana sendiri telah melakukan survey pendahuluan berupa survey topografi, geoteknik, hidrologi, geometrik, dan lingkungan. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan terdapat beberapa identifikasi permasalahan diantaranya: pemasangan pagar sepanjang 30.100 m, pembuatan saluran sepanjang 27.845 m, penataan perlintasan di 87 lokasi, pembuatan jalan kolektor sepanjang 7,72 km, dan sterilisasi jalur kereta api.

Berdasarkan hasil pemaparan dari tim konsultan perencana terdapat beberapa poin penting dalam diskusi yang berjalan. Permasalahan yang paling sering muncul adalah banyaknya perlintasan sebidang yang ada baik legal maupun ilegal yang sering menimbulkan permasalahan berupa kemacetan maupun sering terjadi kecelakaan. Selain itu permasalahan sterilisasi jalur kereta api juga menjadi poin penting dimana banyak lahan PT. KAI yang ditempati secara illegal oleh sebagian masyarakat di sepanjang jalur kereta api antara Padang – Pariaman. Menariknya pembuatan/pemasangan pagar juga menjadi masukan penting dimana untuk kawasan perkotaan dan perdesaan tentu disain pagar pembatas jalan kereta api tentu berbeda. Untuk kawasan perkotaan pemasangan pagar dengan bentuk ornamen khas daerah dipandang penting untuk menonjolkan estetika kota. (hamdi)

.