Sekilas Info

Padang – Bappeda Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Workshop Bedah Angka Kredit bagi Pejabat Fungsional Perencana (PFP) se-Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung di Kantor Bappeda Provinsi Sumatera Barat selama 2 (dua) kali yakni pada Rabu 27 November 2019 dan Selasa 10 Desember 2019.

Pada sesi pertama tanggal 27 November 2019, dengan salah satu  narasumber pada sesi ini adalah Bapak M Iksan Maolana, SH, LLM dari Pusbindiklatren Bappenas, yang menyampaikan materi terkait Perkembangan Kebijakan bagi Jabatan Fungsional Perencana dan Angka Kreditnya. Pada kesempatan ini disampaikan bawa Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Nomor: 16 KEP/M.PAN/3/2001 tentang Jabatan Fungsional Perencana dan Angka Kreditnya sudah tidak sesuai dengan perkembangan tuntutan kompetensi dan profesi Jabatan Fungsional Perencana sehingga perlu diganti. Salah satu perubahan signifikan dalam rancangan aturan tersebut yang terkait angka kredit perencana adalah bahwa Butir Kegiatan Unsur Perencanaan untuk JFP Ahli Pertama dan JFP Ahli Muda berbasis proses dan untuk JFP Ahli Madya dan JFP Ahli Utama berbasis Output. Disamping itu kedepan, perhitungan Angka Kredit Jabatan Fungsional Perencana terintegrasi dengan penilaian kinerja tahunan yang tertuang dalam Sasaran Kerja Pegawai (SKP).  Pak Iksan juga menyampaikan bahwa “peluang menjadi JFP sangat terbuka lebar baik melalui Pengangkatan Pertama, Perpindahan Jabatan, Promosi maupun Inpassing”

Sedangkan pada sesi lanjutan tanggal 10 Desember 2019, workshop menghadirkan Narasumber Bapak Muji Purnomo, SE, M.Si dari Bappeda Jawa Tengah. Narasumber sudah malah melintang sebagai fungsional perencana selama 17 tahun dan merupakan salah satu PFP daerah yang sudah mengikuti pelatihan asesor perencana yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Perencana Pemerintah Indonesia (PPPI). Pada kesempatan ini, disampaikan materi terkait strategi memperoleh angka kredit dan menerjemahkan penugasan menjadi angka kredit.

Pada kesempatan ini, Bapak Muji Purnomo juga menyampaikan berbagai teori dan model serta metode kajian sederhana yang dapat digunakan JFP dalam menyelesaikan penugasan terkait perencanaan. “Tips menyelesaikan tugas dan sukses sebagai PFP adalah kerjakan yang bisa dikerjakan dan ada di depan kita, yang penting bisa dilakukan penilaian. Agar waktu kita tidak habis” demikian ungkap Pak Muji pada para peserta workshop.

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pejabat fungsional perencana di Sumatera Barat, khususnya sebagai bekal peningkatan kapasitas dan modal dalam penyelesaian laporan yang menjadi tugas dan tanggungjawab untuk dapat dinilai sebagai angka kredit bagi PFP.

.