Peningkatan informasi dan sosialisasi daerah rawan bencana
04 Juli 2018 11:03:09 WIB 27 Berita Sumbar Admin

Padang, 20 Agustus 2015.

Tanggal 19-20 Agustus 2015, BPBD mengadakan acara sosialisasi dengan tema “Rapat Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana” bertempat di Hotel Daima Padang. Peserta acara berasal dari BPBD, Bappeda dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Sumatera Barat, Polda Sumbar, Lantamal II Teluk Bayur Padang, Lanud Tabing dan beberapa media yang ada di Sumatera Barat.

Acara di isi dengan paparan tiga orang narasumber yang berasal dari BMKG Padang Panjang, Universitas Andalas dan dari BPBD sendiri.Kepala BMKG Padang Panjang, Bapak Rahmat Triyono, ST, MSc menampilkan materi tentang “Tiga Sumber Bencana Gempa Bumi di Sumatera Barat” dalam paparannya. Sementara Bapak DR. Badrul Mustafa, DEA, sebagai dosen UNAND dan pengurus F-PRB Sumbar, dalam paparannya menampilkan materi tentang “Mitigasi Pengurangan Resiko Bencana Gempa Bumi”. Sedangkan dari BPBD, materi tentang “Upaya Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pengurangan Resiko Bencana di Sumatera Barat” disampaikan oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat, Bapak Ir. Zulfiatno, M. Sc

Dalam paparannya, Bapak Rahmat Triyono menyampaikan bahwa mitigasi terhadap gempa darat berbeda dengan mitigasi gempa di laut. Dampak dari gempa darat jauh lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada gempa laut, walaupun gempanya lebih kecil daripada gempa laut. Apalagi kedalaman gempa darat relatif dangkal, sekitar 10 km di bawah permukaan laut. Gempa dengan kedalaman 0-60 km dibawah permukaan laut, masuk dalam kategori gempa dangkal. Jadi dalam persiapan mitigasi gempa darat, perlu dilakukan sosialisasi rumah aman gempa kepada masyarakat terkait standar SNI struktur bangunan yang aman gempa. Korban yang berjatuhan dari gempa biasanya bukan disebabkan oleh gempa itu sendiri, tapi biasanya di sebabkan tertimpa runtuhan bangunan yang roboh akibat gempa.

Menurut DR. Badrul Mustafa, mitigasi bencana gempa bertujuan untuk mengurangi dampak dan resiko gempa, bukan untuk menghindari terjadinya bencana gempa, sebab dari berbagai bencana alam yang sering terjadi dibumi, gempa merupakan bencana yang paling ditakuti. Bencana lain bersifat lokal dan terbatas sedangkan bencana gempa bersifat menyeluruh dan sulit di prediksi.

Bapak Ir. Zulfiatno, M. Sc sebagai salah satu narasumber dari pemerintah provinsi, menyampaikan apa yang telah, sedang dan akan dilakukan pemerintah provinsi saat ini dalam upaya pengurangan resiko bencana, antara lain menyusun kerangka hukum dan kebijakan tentang penanggulangan bencana, pengembangan dan penguatan kelembagaan penanggulangan bencana, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bencana melalui edukasi dan penyadaran masyarakat serta penguatan dan menggalang partisipasi PRB (Pengurangan Resiko Bencana) di tingkat masyarakat.

Acara berlangsung antusias dengan banyaknya terjadi tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Acara ditutup oleh Bapak Ir. Zulfiatno, M. Sc sambil mengingatkan BPBD kabupaten/kota agar mempersiapkan diri dalam menghadapi Jambore BPBD yang akan di adakan pada bulan September 2015.